SINGKAT CERITA WAKTU ITU
Sejak masih duduk di bangku SD kelas tiga, Saya masih ingat betul kala itu.
gambar ilustrasi saat saya masih kecil pergi mancing di tengah hutan sendirian.
Singkat cerita, dari keseharian dengan bercocok tanam tanpa mengenal lelah akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Kami menjadi lebih semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Waktu terus berlalu, tumbuh tumbuhan yang kami tanam semakin hijau subur, dan sempat menjadi obrolan banyak Orang, bahkan sampai ke Desa-desa tetangga tahu dan kenal Bapak Saya, atas ketekunan, keuletan, kesabaran dan keikhlasan dalam mengelola kebun hingga tanamannya subur dan di sukai banyak Orang.
Untuk Saya sendiri, di setiap harinya masih menuntut ilmu cuman di hari Minggu saja membantu Bapak di kebun.
Seperti :
- Menanam Kacang.
Jenis kacang yang kami tanam ada kacang tanah merah dan putih, kacang kedelai, kacang tolo/kapri.
- Menanam Jagung.
Untuk jagung, kami hanya menanam dua jenis, dari jagung pipit sampai jagung bakar.
- Menanam Ketela.
Ini juga cuma dua jenis, yaitu ketela rambat dan ketela pohon.
- Menanam Pohon Pisang.
Dari jenis pisang ambon/raja sampai pisang susu dan pisan rotan.
- Menanam Sayuran.
Contoh seperti, kacang panjang, kacang koro, sawi putih dan sawi hijau.
- Menanam Pohon Kelapa.
Dari jenis pohon kelapa puyuh sampai pohon kelapa hijau.
- Menanam Buah-buahan.
Dari jenis buah seperti, buah jambu, buah mangga, buah rambutan, buah nanas, buah durian dan buah manggis.
- Menanam Kentang.
Jenis kentang hitam dan kentang sayur.
- Menanam Padi.
Baca Juga: KARANGAN ARTIKEL NARASI
Dua jenis padi, yaitu padi biasa dan padi ketan.
"membantu Bapak di kebun, itupun paling-paling cuma 2 jam - 3 jam habis itu bermain bersama teman-teman lainnya, atau kalau nggak Saya pasti mancing di sungai belakang kebun kami. Nah dari sinilah Saya punya cerita seru/menarik.
Tiap hari Minggu jika tidak ada pekerjaan Saya pasti mancing ikan di sungai, dari sungai dalam kampung sampai sungai yang ada di tengah hutan. Tapi lebih sering mancing di sungai dalam hutan. karena ikan baung dan ikan hampalanya besar-besar, padahal untuk mancing di sungai tengah hutan, harus melalui jalan setapak, dan jarak tempuh kurang lebih 0,5 km dan itupun sendirian tanpa teman, adik saya jarang ikut, tapi yang namanya hobi Saya tidak perdulikan, waktu itu Saya masih duduk di bangku SD kelas tiga, percaya gak percaya itu faktanya. Dan memang sudah menjadi kebiasaan Saya mengikuti cara hidup asli Anak Kalimantan yang tidak mempunyai rasa takut, baik dalam gelapnya malam maupun sepinya suasana alam sekitar.
" pernah juga suatu hari naik ke puncak gunung bersama teman-teman dan adik saya untuk berkemah, nama gunungnya gunung berjanji yang sekarang sudah berganti nama."
"malam itu di atas gunung benar-benar suasana yang sangat menyenangkan, karena banyak bintang yang bertebaran dan banyak planet-planet berlarian, entah itu meteor atau apa saya tidak tahu benar-benar sangat indah, SUBHANALLAH.."
BERSAMBUNG :
Sekarang Desa tersebut sudah berganti Nama Alamat, terbukti Saya cari di internet tidak di temukan Alamat tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar